Pak, bagaimana caranya agar saya bisa memahami Ilmu Politik secara cepat? Apakah ada pola yang bisa saya mengerti sehingga saya bisa memahaminya dalam waktu yang singkat?

Kira-kira itulah pertanyaan bodoh yang saya tanyakan di kelas-kelas awal saat pertama kali duduk sebagai mahasiswa Magister Ilmu Politik di Universitas Indonesia. Ya, saya mengambil sekolah lagi namun kali ini S2 di bidang yang jauh berbeda dengan bidang yang saya geluti sebelumnya (Fisika), yakni Ilmu Politik. Dalam sehari-hari saya memang memiliki kesukaan dalam bidang politik, namun saya merasa saya tidak memiliki kemampuan mumpuni dalam memahami ilmu politik. Itu adalah alasan utama mengapa saya mengambil kuliah di Ilmu Politik UI. Terlepas anggapan orang-orang jika mengira saya mengambil kuliah ini untuk berpolitik, saya tidak ambil pusing. Faktanya banyak sekali mahasiswa yang setelah belajar Ilmu Politik tidak menyukai politik dalam kehidupan sehari-hari, apalagi pilihan karirnya.

Oke mari kita kembali ke pertanyaan di atas, pertanyaan-pertanyaan seperti ini pasti seringkali muncul di kepala kita ketika ingin menguasai sesuatu. Entah mengapa hal ini juga sering menjadi pikiran alam bawah sadar bahwa kita (sepertinya kudu dan wajib) bisa tidak hanya memahami sesuatu, namun juga paham secara cepat dan kilat.

Tak pelak hal ini tak jarang membuat kita ceroboh bahkan tak jarang pula menjadi ragu-ragu. Saya tidak tahu apa pasal hadirnya perasaan ingin cepat paham dalam diri seorang manusia. Apakah itu salah? Sepertinya tidak juga. Apakah hal ini sama dengan memiliki rasa ingin tahu secara cepat? Saya juga tidak yakin. Memang pada satu titik, sepertinya kita perlu meninjau ulang dan meletakkan definisi kembali tentang hal ini dalam kerangka proses pembelajaran

Ketidaksabaran

Dalam hidup, kita pasti seringkali dijejali tentang kisah sukses, baik itu perorangan ataupun kelompok, hal itu menginspirasi kita. Bahkan kini menyebarkan info sukses dan kebaikan sudah dijadikan bisnis oleh beberapa pihak. Seringkali hati dan pikiran kita langsung memberi respon ketika melihat sebuah kesuksesan itu, “Wah gue mau begini juga ah!“. Hal itu langsung dilanjutkan dengan refleks tubuh yang kemudian mencari-cari lebih lanjut dan detail terkait hal tersebut dalam mesin pencari dengan mengetikkan: “Tips sukses seperti X

Well, perasaan excited seperti ini terkadang menabrak sesuatu yang cukup krusial dalam satu fase ingin mencapai tingkatan paham dan sukses yaitu: sabar. Pada akhirnya jika excitement yang dimiliki seseorang tidak ditopang dengan kekuatan fisik, mental dan pikiran yang oke saat ingin mencapai kesuksesan role model nya, Ia bisa saja tumbang. Bahkan sangat mungkin pasti tumbang!

Di sini kita perlu belajar tentang kesabaran dalam hal ingin menguasai sesuatu. Pasti semua dari kita ingin memahami banyak hal secara cepat agar bisa berpindah untuk memahami yang lain kan? Namun jangan sampai keinginan itu terkadang melampaui kemampuan dimiliki. Ketidaksabaran akan berbahaya untuk seseorang ke depan untuk memuaskan curiosity yang dimiliki.

Ketidaktekunan

Menjadi sabar saja tentu tidak cukup untuk bisa memahami sesuatu atau juga mencapai kesuksesan. Perlu satu variabel yang tidak kecil dan mudah dalam proses ini: ketekunan. Tekun bagi saya adalah ketika kesabaran yang bisa dipertahankan secara continue apapun godaan yang dihadapi. Ketekunan juga yang menjadi perisai kala lelah dan terjerembab dalam sebuah proses pembelajaran yang kita hadapi. Apalagi saat kita masih belum juga sukses atau paham pasca mencoba berulangkali.

Saya pribadi percaya atau bahkan sangat percaya bahwa ketekunan akan berbuah manis dan sebaliknya ketidaktekunan akan berbuah pahit. Dalam memandang sebuah kesuksesan atau kepakaran seseorang saat dia bisa mencapai satu titik kekerenan, saya percaya ketekunan melekat pada dirinya sehingga Ia bisa sampai ke titik itu.

Ketekunan pulalah yang membuat seseorang yang bisa menguasai satu bidang walau tidak dalam proses waktu yang cepat (atau bahkan sangat lama). Kadang memang tidak semua harus dicapai dengan cepat, ada hal-hal yang memang terdapat variabel waktu yang menjadi pengaruh untuk mencapai sebuah titik sukses dan paham.

Kelemahan

Ternyata setelah sabar dan tekun masih belum cukup jika tidak memiliki kekuatan berjuang yang mumpuni. Perlu dimiliki sebuah daya juang sehingga bisa mengalahkan kelemahan dalam diri seseorang saat ingin mencapai pemahaman dan sukses. Daya juang inilah yang perlu selalu dikobarkan kala jatuh lagi dan lagi. Daya juang juga tentang menyerahkan hasil sebuah ikhtiar pada kuasa-Nya.

Daya juang ini yang menemani proses perjalanan super panjang yang harus kita lalui saat ingin mencapai sukses dan tingkat pemahaman mumpuni. Ya, sebuah jalan panjang yang bisa jadi tak ada jalan pintas untuk mencapainya. Kita harus jatuh, bangkit, jatuh lagi, bangkit lagi hingga kita mencapai apa yang dipersiapkan Yang Maha Kuasa sebagai kompensasi perjuangan kita.

Well, Tidak ada jaminan sebenarnya jika ketika tiga hal di atas dilakukan dan kita bisa memiliki sebuah pemahaman mumpuni untuk sesuatu. Namun, jika sabar+tekun+kuat selalu dijalankan setidaknya kita memperbesar peluang untuk sukses. Pada akhirnya memang Allah SWT yang paling berkuasa atas segala sesuatu, termasuk tentang kecepatan kita mencapai sukses dan memahami sesuatu.

Kita hanya perlu berusaha dengan keras dan baik, bertawakkal pada akhirnya dalam menjalani jalan yang tak ada jalan pintasnya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>